Make your own free website on Tripod.com

 

Belajar Sukses

Belajar tidak mengenal masa dan usia

BS

Smart Student Site

 

Long Life Education

Cari :

Menu Utama

Kuliah

Mahasiswa

Kesehatan

Kewirausahaan

Hikmah

Komputer

Fasilitas

Buku Tamu

 

 

 

 

Kewirausahaan
Oleh : Oskar Syahbana  (ww.pojokbisnis.com)

Warning:  Hakcipta hanya milik Allah Aza wa Zalla.  Silahkan mengambil artikel dari situs ini dengan syarat memberi tahu kami baik setelah atau sebelum.  Semoga Anda beroleh manfaat dari situs ini.  Jika ada pertanyaan  atau comment, silahkan hubungi web master. Jazakallah khairan. wassalamualaikum.


 

 

Total Quality Management

 

Total Quality Management atau lebih sering disingkat sebagai TQM adalah sebuah strategi manajemen untuk memberikan sebuah penilaian terhadap kualitas yang berlaku pada sebuah perusahaan. Penjaminan kualitas melalui metode – metode statistik adalah sebuah komponen penting dalam pelaksanaan TQM. Tujuan utama dari TQM adalah untuk melakukan atau memproduksi sesuatu secara benar sewaktu masih dalam proses produksi daripada harus memperbaiki kesalahan ketika barang sudah tidak lagi berada dalam rantai proses produksi.

TQM dapat beroperasi pada sebuah “lingkaran kualitas” yang mempertemukan para pekerja dari departemen – departemen yang berbeda (lintas divisi) untuk membahas kemungkinan – kemungkinan untuk membuat sebuah produk yang lebih berkualitas secara optimal.

Dalam perusahaan manufaktur, TQM biasanya dimulai dari pengambilan sampel produk. Produk – produk tersebut kemudian diperiksa melalui serangkaian tes untuk kemudian dinilai dari sisi kualitas yang memang diperhatikan oleh konsumen. Penyebab – penyebab dari kecacatan kemudian diisolasi, kemudian dilakukan penyempurnaan pada proses produksi, dan akhirnya masalah yang disebabkan oleh kesalahan pada proses produksi dapat dieliminir.

Biasanya, produk – produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang telah menerapkan TQM secara baik memiliki harga produksi yang lebih rendah karena cacat produksi yang dikategorikan sebagai damage – on – arrival dapat diminimisasi sehingga menghasilkan biaya variabel yang juga lebih rendah dan menciptakan sebuah produk yang lebih “laku” bila dilempar ke pasaran.

TQM dapat dijadikan batu pijakan untuk melakukan aktivitas berikut:

  1. Meeting Customers Requirements
  2. Reducing Development Cycle Times
  3. Demand Flow Manufacturing
  4. Improvement Teams
  5. Reducing Product and Services Cost
  6. Improving Administrative Systems Training

Deming, berdasarkan penelitiannya bersama para manajer dari Jepang, menentukan 14 langkah bagi perusahaan untuk mengimplementasikan penerapan TQM (1986; Walton, 1986), yaitu:

  1. Menciptakan sesuatu yang konstan dalam tujuan perbaikan produk ataupun jasa. Kekonstanan dari sebuah tujuan membutuhkan inovasi, investasi dalam R&D dan juga pendidikan, perbaikan secara terus menerus pada produk ataupun servis, pemeliharaan alat – alat produksi, dll.
  2. Mengadopsi filosofi baru. Pihak manajemen harus memercayai bahwa kualitas dalam produk ataupun jasa adalah sesuatu yang dapat menjadi competitive edge bagi perusahaan.
  3. Hentikan ketergantungan terhadap inspeksi masal. Menginspeksi produk ataupun jasa hanya cukup untuk menentukan penyebab kecacatan dan tidak memperbaikinya.
  4. Hentikan praktek bisnis yang hanya mengandalkan keunggulan harga saja. Produk – produk dengan harga rendah belum tentu memiliki kualitas yang bagus. Pilih pemasok – pemasok yang memiliki komitmen jangka panjang terhadap perbaikan dalam mutu dan kualitas.
  5. Memperbaiki produk ataupun jasa secara konstan. Perbaikan bukanlah usaha yang berhasil dalam satu kali percobaan, pihak manajemen memiliki kewajiban untuk menentukan arah perusahaan agar memiliki kualitas produk dan jasa yang lebih baik lagi.
  6. Biasakanlah mengadakan pelatihan dan pelatihan kembali. Para pekerja harus tahu bagaimana berproduksi secara benar dan mempelajari keterampilan – keterampilan baru.
  7. Biasakanlah jiwa kepemimpinan. Walaupun kepemimpinan dipegang oleh pihak manajemen, para pekerja juga harus memiliki sense-of-pride dalam melakukan apa yang harus mereka kerjakan.
  8. Hilangkanlah lingkungan kerja yang dilingkupi rasa takut. Para pekerja harus memiliki kebebasan untuk berpendapat demi menemukan cara – cara baru untuk menghasilkan produk yang berkualitas secara optimal.
  9. Biasakanlah kultur kerja lintas divisi. Hal ini akan menambah heterogenitas dan pada akhirnya dapat menciptakan ide – ide baru dan mengeliminir stagnasi dalam pengembangan produk.
  10. Singkirkan slogan – slogan seperti “Kerajinan anda masa depan perusahaan” dan slogan – slogan yang tidak penting lainnya. Anda harus mencoba lebih baik untuk menemukan cara memotivasi pekerja.
  11. Utamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Para pekerja harus memiliki waktu yang cukup untuk memberikan level pelayanan yang berkualitas kepada konsumen.
  12. Hilangkan sistem hierarki yang berlebihan dan biarkan para pekerja merasa bangga atas pekerjaan mereka dan dapat menerima feedback yang anda berikan.
  13. Sekali lagi, canangkan program pengembangan, tidak hanya produk, tetapi juga manusia – manusia yang bekerja di dalamnya.
  14. Laksanakan dan jangan ragu untuk mengambil langkah – langkah drastis. Pihak manajemen harus dapat mengembangkan kerja sama tim untuk melakukan ketiga belas langkah di atas.

Salah satu bentuk penerapan TQM adalah dalam bentuk sertifikasi – sertifikasi yang dikeluarkan oleh badan – badan internasional yang memang khusus mengkaji tentang pengembangan kualitas sebuah produk dan jasa. Sertifikasi yang cukup terkenal dan sering digunakan antara lain FCC dan ISO.

Terdapat perbedaan – perbedaan fundamental antara ISO dan TQM. ISO adalah standar dari kualitas sistem manajemen sedangkan TQM adalah filosofi pengembangan yang terus menerus (mirip dengan falsafah Kaizen yang dianut banyak perusahaan Jepang). Standar kualitas ISO ditempatkan pada sistem untuk menerapkan kebijakan dan mencapai tujuan. Implementasinya adalah dasar dari implementasi Total Quality Management. Pada sistem ISO, ¾ bagiannya adalah tahap penempatan untuk TQM.

Intinya adalah bahwa proses TQM berfungsi untuk memperbaiki hal – hal yang berhubungan dengan kualitas yang dirasa akan mengganggu kenyamanan atau proses value-added yang akan diterima oleh konsumen.